In Memoriam : Our Beloved Grandfather

Biografi Abdullah Assagaf
Abdullah Assagaf lahir pada 8 September 1941 di Makian, Ternate. Ayahnya bernama Abu Bakar bekerja sebagai pedagang dan ibunya Muzna, seorang ibu rumah tangga. Masa kecil Abdullah dihabiskan dengan berenang, mancari ikan, serta bermain di pantai yang hanya berjarak 100 meter dari rumahnya. Abdullah serta saudara-saudaranya menjadi yatim sejak SD sehingga mereka terbiasa bekerja sepulang sekolah. Menginjak bangku SMA, Abdullah mengikuti seleksi dari Akademi Milter Nasional yang diadakan di sekolahnya. Abdullah beserta satu teman lainnya lolos dalam seleksi itu.
Abdullah memulai karir tentara sejak belajar di Akademi Militer Nasional di Magelang tahun 1962. Berawal dari keberadaan tentara dari Jawa yang perilakunya menakutkan para warga, serta menjadi salah satu korban kekerasan. Sejak saat itu Abdullah bertekad untuk menjadi tentara yang tidak seperti tentara Jawa saat itu. Beliau ingin walau jabatan bisa membuatnya menjadi berkuasa, namun kekuasaan itu digunakan untuk mengayomi dan bukan untuk menakut-nakuti.
Sebelum menjadi tentara, Abdullah sempat bermimpi untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi di Jawa Barat, mengikuti jejak kakaknya. Namun karena tidak diterima, beliau tidak berputus asa dan akhirnya menjadi tentara. Abdullah merupakan salah satu dari tentara Indonesia yang memiliki tekad kuat untuk membela negara. Beliau tidak setuju dan sangat menolak perploncoan yang marak pada saat itu dan sangat menjaga ideologinya untuk menghindari suap menyuap. Bahkan Abdullah sempat terhalang lulus dari tahapan sekolahnya, sehingga tidak bisa naik jabatan menjadi Jendral akibat menolak untuk disuap.
Tiga tahun menuntut ilmu di AMN Magelang, Abdullah melanjutkan masa pengabdian di Bandung dan bertemu dengan seorang KOWAD yang pangkatnya di bawah Abdullah bernama Lenny Marliah. Abdullah pun menikah dengan Lenny pada tahun 1967 dan melahirkan tiga anak. Tak lama setelah menikah, Abdullah ditugaskan di Cicalengka, Bandung. Beliau pernah mendapat tugas untuk menjaga perbatasan Kalimantan dan Malaysia dan mulai saat itu Abdullah berpindah-pindah tempat tinggal. Saat pindah ke Sukabumi, Abdullah ditugaskan ke Timor-timor berperang melawan Fretilin yang ingin memisahkan diri dari NKRI.
Setelah berkali-kali pindah tempat tinggal serta naik pangkat sampai akhirnya menjadi Kolonel, Abdullah tidak bisa lanjut menjadi Jendral karena tidak lulus sekolah. Karena saat itu pemilihan kepala daerah masih dipilih langsung oleh DPR, DPR Maluku Utara mengajukan Abdullah sebagai salah satu kandidat dan beliau terpilih menjadi Bupati Maluku Utara yang saat itu masih menjadi kabupaten. Beliau berinisiatif untuk menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu provinsi di Indonesia. Maluku Utara pun akhirnya resmi menjadi provinsi tak lama setelah Abdullah selesai menjabat sebagai bupati.
Pada masa Reformasi terjadi kerusuhan di mana-mana termasuk Maluku Utara. Ada oknum-oknum yang ingin menyulut perpecahan. Orang-orang adat menginginkan Sultan berkuasa kembali dan nyawa Abdullah terancam sehingga harus melarikan diri ke tempat yang aman, bahkan kendaraan sampai di bakar. Ketika pemilihan kepala daerah kembali, Abdullah menolak untuk mengajukan diri. Abdulah kembali ke Bandung dan pensiun dari ABRI tahun 2001 setelah selesai menjabat sebagai bupati.

Setelah pensiun, sang istri tercinta kembali ke Rahmatullah mendahului Abdullah pada tahun 2005. Selang beberapa tahun kemudian Abdullah menikah lagi dengan Ade Handayani pada tahun 2007. Walaupun Abdullah memiliki fisik yang kuat, namun beliau mengidap penyakit diabetes melitus dan meminum obat hipertensi. Sejak tahun 2014 kondisi ginjal Abdullah memburuk sehingga menyebabkan gagal ginjal dan diharuskan untuk rutin cuci darah. Abdullah Assagaf meninggal pada 1 Desember 2015 di Bandung. Beliau bersama anggota TNI/Polri dianugerahi tanda kehormatan sebagai Satyalancana Seroja karena telah menanggulangi masalah keamanan di Timor-timor, serta masih ada beberapa penghargaan lain yang diraihnya akibat kesetiannya mengabdi pada negara.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skip Sekolah uwuw~

Heartwarming :)